Mengenal TEFA Panduan Pengembangan dan Pelaksanaan Model Pembelajaran Inovatif di SMK
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Vokasi senantiasa berupaya meningkatkan inovasi bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Inovasi tersebut salah satunya dengan pelaksanaan Teaching Factory atau TeFa. Sebuah model pembelajaran yang dioperasikan seperti pabrik dalam sekolah, TeFa membawa pendekatan praktis yang merujuk pada standar dan prosedur industri
Dalam jalur pendidikan SMK, keterlibatan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) menjadi aspek yang sangat krusial, mengingat kemajuan teknologi dan prosedur produksi/jasa yang berlangsung dengan cepat. Implementasi TeFa di SMK akan memicu pembentukan kerja sama yang saling menguntungkan antara SMK dan DUDI, menciptakan mekanisme yang memastikan SMK dapat selalu beradaptasi dengan perkembangan industri/jasa secara otomatis. Ini mencakup transfer pengetahuan teknologi, manajerial, evolusi kurikulum, pelaksanaan prakerin, dan aspek lainnya.
Tujuan Teaching Factory di SMK adalah untuk meningkatkan kesiapan kerja, menyelaraskan kompetensi, dan membentuk karakter kerja lulusan SMK sesuai dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Industri (DUDI). Hal ini dicapai melalui proses pembelajaran yang berfokus pada produk/jasa (melibatkan rekayasa Perangkat Pembelajaran) yang diadakan dalam lingkungan, suasana, serta tatakelola yang mengikuti standar DUDI atau kondisi tempat kerja/usaha yang sebenarnya.i sesungguhnya.